Penilaian

Penilaian

A. Komponen Penilaian
Pilmapres merujuk pada kinerja individu mahasiswa yang memenuhi kriteria pemilihan yang terdiri atas lima unsur, yaitu:

  1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK),
  2. Karya tulis,
  3. Pencapaian/prestasi yang diunggulkan,
  4. Kemampuan berbahasa Inggris atau berbahasa lain yang menjadi bahasa resmi PBB.
  5. Kepribadian.

B. Bidang Penilaian
Bidang penilaian dibatasi pada rumpun ilmu terapan, yang dibagi menjadi bidang Rekayasa dan bidang Non Rekayasa.

C. Uraian Komponen Penilaian
1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) adalah rerata seluruh nilai matakuliah yang lulus sesuai dengan aturan masing-masing perguruan tinggi dan disyahkan oleh Dekan atau Pembantu Ketua /Direktur Bidang Akademik. IPK hanya dinilai dalam proses pemilihan pilmapres sampai pemilihan tingkat perguruan tinggi. Contoh tabel rekapitulasi IPK seperti berikut.

rekap-nilai-2017

2. Karya tulis
a. Pengertian

Karya tulis yang dimaksud dalam pedoman ini merupakan tulisan yang mengungkapkan pemikiran yang melandasi penciptaan sebuah produk kreatif dan inovatif yang dapat berupa karya cipta/sistem/prototipe/ model/desain, serta bermanfaat bagi masyarakat sesuai dengan norma/hukum/etika dan budaya Indonesia.

b. Topik Karya Tulis
Sesuai dengan tema Pilmapres tahun ini, “Peningkatan Produktivitas Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi untuk Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang Berkarakter Unggul”, maka topik yang dapat dipilih atau dijadikan acuan karya tulis antara lain:

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi
  2. Industri Kreatif
  3. Entrepreneurship dan atau Technopreneurship
  4. Energi Baru dan Terbarukan
  5. Pangan
  6. Pertanian
  7. Kemaritiman
  8. Konstruksi/ Transportasi
  9. Obat dan Pengobatan Alternatif
  10. Pendidikan Sepanjang Hayat
  11. Teknologi Permesinan
  12. Manajemen Resiko
  13. Robotik
  14. Kesehatan
  15. Topik lainnya yang selaras dengan program studinya

c. Sifat dan Isi Tulisan

Sifat dan isi tulisan harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Berisi hasil pemikiran secara divergen, terbuka, dan komprehensif untuk memberikan solusi permasalahan yang berkembang di masyarakat.
  2. Berupa tulisan ilmiah hasil riset terapan, uji coba di laboratorium, atau kajian pustaka dari referensi ilmiah
  3. Didukung oleh data dan atau informasi dari referensi ilmiah.
  4. Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis
  5. Isi karya tulis ilmiah selaras dengan bidang ilmu/program studi yangv sedang ditekuni.
  6. Berisi unsur-unsur identifikasi masalah mutakhir, rancangan dan implementasi solusi, simpulan dan rekomendasi.
  7. Karya asli (bukan karya jiplakan),
  8. Belum pernah diikutsertakan dalam lomba karya tulis pada tingkat manapun kecuali pada rangkaian Pilmapres tahun ini.

d. Dosen Pendamping

Penulisan karya tulis ilmiah dibimbing oleh seorang dosen yang memiliki NIDN/ NIDK dan ditugaskan secara resmi oleh pimpinan perguruan tinggi, namun tetap menjaga keaslian pemikiran/gagasan mahasiswa.

e. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan berisi rancangan yang teratur sebagai berikut:

1) Bagian Awal

  1. Halaman Judul (huruf kapital, mencantumkan nama penulis, nomor induk mahasiswa, perguruan tinggi asal dan logonya).
  2. Lembar Pengesahan (memuat judul, nama penulis, dan nomor induk mahasiswa) ditandatangani oleh Dosen Pendamping, dan pemimpin perguruan tinggi bidang kemahasiswaan lengkap dengan stempel perguruan tinggi, dan diberi tanggal sesuai dengan hari pengesahan.
  3. Surat Pernyataan (Lampiran 4).
  4. Prakata dari penulis.
  5. Daftar isi dan daftar lain yang diperlukan seperti daftar gambar, daftar tabel, dan daftar lampiran.

2) Bagian Inti

Bagian inti dapat berisi:

  1. Pendahuluan, berisi latar belakang dan perumusan masalah, uraian singkat mengenai gagasan kreatif yang ingin disampaikan, tujuan dan manfaat yang ingin dicapai melalui penulisan, serta metode pengembangan produk/solusi yang dilakukan.
  2. Telaah Pustaka, berisi uraian yang menunjukkan standar industri, landasan teori atau konsep-konsep yang relevan dengan masalah yang dikaji serta uraian mengenai pemecahan masalah yang pernah dilakukan.
  3. Deskripsi Produk, berisi uraian tentang spesifikasi, rancangan serta implementasi dari produk, termasuk waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakannya.
  4. Pengujian dan Pembahasan, bagian ini berisi informasi rencana dan hasil pengujian kualitas terhadap produk, serta analisis kemanfaatan produk dalam menunjang pembangunan relevan dengan tema Pilmapres tahun ini.
  5. Penutup, berisi pernyataan promotif tentang rancangan atau produk yang dihasilkan dan rekomendasi penyempurnaan untuk peningkatan mutu dan pemanfaatan atau komersialisasi.

3) Bagian Akhir

Bagian akhir memuat daftar pustaka dan lampiran jika diperlukan.

f. Tatacara Penulisan

  1. Pemakaian huruf, tanda baca dan penulisan kata mengikuti Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia baku.
  2. Tata bahasa yang digunakan secara taat asas dan tegas
  3. Bahasa yang digunakan tidak mengandung dari unsur dialek daerah, variasi bahasa Indonesia, dan bahasa asing yang belum dianggap sebagai unsur bahasa Indonesia, kecuali untuk istilah bidang ilmu tertentu.
  4. Jumlah halaman minimal 15 halaman dan maksimal 20 halaman (dari bagian pendahuluan sampai dengan bagian simpulan dan rekomendasi) menggunakan Bahasa Indonesia baku.
  5. Naskah diketik pada kertas A-4, dengan 1,5 spasi, dengan menggunakan jenis dan ukuran huruf “Times New Roman 12”. Batas pengetikan: samping kiri 4 cm, samping kanan 3 cm, batas atas 3 cm, dan batas bawah 3 cm.
  6. Jarak pengetikan antara Bab dan Sub-bab 3 spasi, Sub-bab dan kalimat di bawahnya 2 spasi.
  7. Judul Bab diketik di tengah-tengah dengan huruf besar dan dengan jarak 4 cm dari tepi atas tanpa garis bawah. Judul Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri, huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti yang, dari, dan. Judul anak Sub-bab ditulis mulai dari sebelah kiri dengan indensi 1 (satu) cm diberi garis bawah. Huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf besar (huruf kapital), kecuali kata-kata tugas, seperti yang, dari, dan. Jika masih ada subjudul dalam tingkatan yang lebih rendah, ditulis seperti pada butir (3) di atas, lalu diikuti oleh kalimat berikutnya.
  8.  Alinea baru diketik sebaris dengan baris di atasnya dengan jarak 2 spasi. Pengetikan kutipan langsung yang lebih dari 3 baris diketik 1 (satu) spasi menjorok ke dalam dan semuanya tanpa diberi tanda petik.
  9. Penomoran Halaman
    1. Bagian pendahuluan yang meliputi halaman judul, lembar pengesahan, kata pengantar, dan daftar isi memakai angka romawi kecil dan diketik sebelah kanan bawah (i, ii, dan seterusnya);
    2. Bagian tubuh/pokok sampai dengan bagian penutup memakai angka arab dan diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atas (1, 2, 3, dan seterusnya);
    3. Nomor halaman pertama dari tiap Bab tidak ditulis tetapi tetap dihitung.
  10. Daftar Pustaka
    1. Penulisan daftar pustaka untuk buku dimulai dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, judul buku, tempat terbit, nama penerbit, dan nomor halaman.
    2. Penulisan daftar pustaka untuk jurnal dimulai dengan nama penulis, tahun, judul tulisan, nama jurnal, volume, dan nomor halaman.
    3. Penulisan daftar pustaka yang diperoleh dari internet dimulai dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan/publikasi, judul artikel/e-book, nama jurnal (jika e-journal), volume, dan nomor halaman, alamat laman, dan waktu pengunduhan.

3. Prestasi/Kemampuan yang Diunggulkan

Prestasi/kemampuan unggulan yang diraih selama menjadi mahasiswa khususnya kegiatan ko dan ekstrakurikuler yang mendapatkan pengakuan dan atau penghargaan yang berdampak positif pada perguruan tinggi dan masyarakat. Prestasi yang dimaksud bukan sekadar berpartisipasi pada kegiatan tertentu, tetapi menjadi penggerak/motivator/pemberdaya masyarakat, juara/finalis atau sekurang-kurangnya mendapatkan predikat tertentu. Jumlah prestasi yang diunggulkan maksimal 10 jenis dengan rambu-rambu sebagai berikut.

a. Bidang Prestasi yang Dikompetisikan

  1. Bidang Ilmiah/Penalaran/Akademik
  2. Bidang Seni-Budaya
  3. Bidang Olah Raga
  4. Bidang Teknologi & Inovasi
  5. Bidang Keagamaan
  6. Bidang lainnya

b. Jenis Prestasi yang Tidak Dikompetisikan/Kemampuan Unggulan

  1. Pemakalah/Presenter/Penyaji/Narasumber/Pemandu/Moderator dalam forum ilmiah/seminar/FGD/konferensi/loka karya/pelatihan
  2. Penemuan Inovasi
  3. Potensi HKI/Hak Cipta
  4. Kewirausahaan/Entrepreneurship
  5. Literatur, Buku, Artikel, Karya Tulis, Cerpen, Novel, Lagu yang dipublikasikan/diterbitkan
  6. Produk seni/produk olah raga/produk teknologi
  7. Pelatih/wasit/juri/coach/adjudicator
  8. Pengabdian kepada masyarakat
  9. Ketua/koordinator kepanitiaan dalam kegiatan tingkat provinsi/nasional/regional/internasional
  10. Kegiatan unggulan lainnya.

c. Jenis Kompetensi Kepemimpinan/Leadership

  1. Organisasi/Lembaga Kemahasiswaan: (IOMS, BEM, atau UKM)
  2. Organisasi kemahasiswaan lainnya
  3. Organisasi sosial kemasyaratan lainnya.

Penulisannya sesuai format berikut:

prestasi-unggul-2017

Keterangan
(1) Sudah jelas
(2) Isikan 10 judul/nama prestasi yang diunggulkan mulai dari yang dinilai terbaik
(3) Isikan: hasil pencapaian, contoh: juara I; hasil penghargaan, contoh: piagam penghargaan; hasil pengakuan, contoh: diundang untuk tampil di Istana negara
(4) Sudah jelas
(5) Isikan lembaga/individu yang memberikan
(6) Sudah jelas
(7) Isikan salah satu: Internasional/Regional/Nasional/Provinsi dengan menjelaskan secara ringkas tentang kegiatan, penyelenggara, jumlah dan distribusi asal peserta di lembar terpisah.

4. Bahasa Inggris

Penilaian bahasa Inggris dilakukan melalui dua tahap yaitu (1) penulisan ringkasan (bukan abstrak) berbahasa Inggris dari karya tulis ilmiah, dan (2) presentasi dan diskusi dalam bahasa Inggris. Ringkasan berisi latar belakang, rumusan masalah, metodologi, hasil dan simpulan. Ringkasan terdiri atas 600–700 kata, ditulis dengan menggunakan 1,5 spasi di kertas berukuran A4.

Penulisan ringkasan bertujuan untuk menilai kecakapan mahasiswa dalam menulis berbahasa Inggris. Presentasi dengan topik tertentu yang dilanjutkan dengan diskusi bertujuan untuk menilai kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi lisan.

5. Video

Video yang diunggah berdurasi maksimal 6 menit, berisi uraian peserta dalam Bahasa Inggris (menghadap kamera), tentang topik terkait karya ilmiah (tidak diperbolehkan menggunakan animasi atau sejenis). Pastikan memasukkan URL video dengan benar. Contoh link video: https://www.youtube.com/watch?v=pB35RTbMHkU

6. Kepribadian

Kisi-kisi penilaian terdiri atas: sikap sesuai dengan prestasi yang dicapai, cenderung berpikiran maju, dan tidak menunjukkan perilaku yang tidak patut. Hasil penilaian kepribadian tidak dikuantifikasikan, tetapi dijadikan syarat untuk menentukan kepatutan sebagai Mapres.

D. Pelaksanaan Penilaian

1. Tingkat Perguruan Tinggi dan Kopertis Wilayah

Unsur-unsur yang dinilai pada seleksi di perguruan tinggi dan Kopertis Wilayah adalah sebagai berikut:

  1. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dengan bobot 20%;
  2. Karya tulis ilmiah yang terdiri atas nilai tulisan dan presentasi, dengan bobot 30%;
  3. Prestasi/Kemampuan yang Diunggulkan, dengan bobot 25%; dan
  4. Bahasa Inggris, dengan bobot 25%.

Tabel penilaian dapat dilihat pada Lampiran 1. Perguruan tinggi atau Kopertis dapat melengkapi komponen atau unsur-unsur penilaian dengan tetap memperhatikan relevansinya dengan penilaian di tingkat nasional. Untuk penilaian karya tulis, prestasi/kemampuan yang diunggulkan dan Bahasa Inggris dapat menggunakan instrumen penilaian pada tingkat nasional.

2. Tingkat Nasional

Pada tingkat nasional penilaian dilakukan oleh tim yang ditunjuk oleh Ditjen Belmawa. Penilaian tingkat nasional dilakukan dalam dua tahap, yaitu penilaian awal (desk evaluation) dan penilaian akhir (presentasi dan wawancara). Unsur-unsur yang dinilai pada seleksi tingkat nasional adalah:

  1. Karya tulis ilmiah
    • 40% naskah/tulisan
    • 60% presentasi
  2. Prestasi / kemampuan yang diunggulkan
    • 40% dokumen
    • 60% wawancara
  3. Bahasa Inggris/asing
    • 40% Ringkasan
    • 60% Presentasi dan Diskusi
  4. Kepribadian berdasarkan penilaian psikotes.

Penetapan pemenang dilakukan dengan menjumlahkan nilai dari empat unsur di atas. Nilai tertinggi akan dijadikan ukuran untuk menentukan Mapres terbaik.

Formulir penilaian karya tulis yang digunakan terdapat pada Lampiran 2, sedangkan formulir penilaian presentasinya dapat dilihat pada Lampiran 3.

Penilaian prestasi/kemampuan yang diunggulkan menggunakan formulir pada Lampiran 4, Lampiran 5a, Lampiran 5b dan Lampiran 6. Penilaian Bahasa Inggris dilakukan terhadap kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan (ringkasan karya tulis). Komponen penilaian bahasa Inggris pada tahap awal dan akhir dapat dilihat pada Lampiran 7 (dengan keterangan) dan Lampiran 8 (dengan keterangan). Komposisi penilaian tahap awal di tingkat nasional dapat dilihat pada Lampiran 9, sedangkan tahap akhir dapat dilihat pada Lampiran 10. Terkait dengan plagiarisme, calon Mapres harus membuat Pernyataan sesuai Formulir di Lampiran 11. Untuk melengkapi pendaftaran menggunakan Formulir
pendaftaran pada
Lampiran 12.

Penilaian kepribadian di perguruan tinggi dapat dilakukan menggunakan alat tes yang disediakan oleh perguruan tinggi masing-masing (wawancara, tes tertulis dan sebagainya), dan bila diperlukan penilaian atau pengamatan sejawat, pendidik.

Jika salah satu komponen penilaian memiliki nilai di bawah 60% dari nilai maksimum dan atau hasil penilaian tes kepribadian tidak memenuhi kriteria, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak dapat dinominasikan menjadi pilmapres tingkat nasional. Pada penilaian tingkat nasional, juri tidak diperkenankan menilai mahasiswa dari perguruan tinggi asal juri yang bersangkutan.